• Tentang
  • Editorial
  • Kategori
    • Berita
    • Ulasan

URAKAN

Terbitan Pilihan URAKAN di Yogyakarta Art Book Fair 2025

Tim redaksi URAKAN menyoroti beberapa judul yang menarik dari pameran buku seni tahunan ini.

Azhari · 03.05.25 · Berita

Akhir pekan ini Yogyakarta Art Book Fair kembali dibuka satu tahun setelah edisi perdananya. Dengan lebih dari 60 penerbit independen yang berpartisipasi, pameran ini menjadi kesempatan untuk menemukan dan mengoleksi terbitan terbaru dari berbagai kota dan negara. URAKAN menjelajahi pameran ini bersama Rifki Akbar Pratama, salah satu dari penyelenggara, untuk menyoroti beberapa judul-judul yang menginspirasi.

Yogyakarta Art Book Fair: Marks and Margins diselenggarakan di Pendopo Ajiyasa, JNM Bloc dari tanggal 2 hingga 5 Mei 2025.

51 Personae

51 kisah nyata di Shanghai disajikan, menampilkan 51 skenario melibatkan kehidupan, emosi, akal sehat, alam, sejarah, ekonomi, masyarakat, budaya, dan seni. Proyek yang menjadi bagian dari Biennale Shanghai kesebelas tahun 2016 silam ini berlanjut menjadi sebuah penerbitan yang secara konstan menangkap pengalaman personal yang memikat.

Info: @51personaeproject


Strays at Home

Jefferson Edri tidak menyangka bahwa dia akan merawat 23 ekor kucing liar dari jalanan. Dia dan banyak orang lain yang mengadopsi atau menyelamatkan hewan liar menemukan banyak kebahagiaan yang mereka alami selama prosesnya. Kebahagiaan itulah yang ingin dibagikan kepada pembaca melalui cerita-cerita yang ada dalam zine ini.

Info: @straysathome


A Dance of the Thousands Years

Tari merupakan suatu bentuk distribusi pengetahuan yang sudah dipraktikkan selama ribuan tahun. Premis ini merupakan titik awal yang mendorong upaya gotong-royong untuk melakukan riset jangka panjang yang berfokus pada reinterpretasi lintas disiplin ilmu terkait seni kerakyatan. Buku ini adalah salah satu dari berbagai output riset tersebut.

Info: @tokooleholehhh


Lost Dog Again?!

Hasil kolaborasi antara Fever Dog dan RELATED DEPARTMENT ini adalah edisi kedua dari Lost Dog Zine, yang terinspirasi oleh berbagai selebaran DIY untuk hewan peliharaan yang hilang yang bersumber dari jalanan dan kedalaman internet yang kacau. Berbagai ilustrasi anjing yang lucu, grumpy, dan eksentrik dalam zine ini dibuat oleh Polly Zheng, seorang seniman yang berbasis di Shanghai.

Info: @feverdog_studio


Secondhand Mountain Fortress

Display Distribute adalah kolektif yang bermula dari Hong Kong, dan sekarang sudah tersebar di berbagai tempat, bahkan di luar Asia Timur. Praktik penerbitan mereka adalah upaya untuk mendukung jaringan berbagi ilmu pengetahuan. Melalui seri Secondhand Mountain Fortress, mereka mengkurasi dan mengajak para seniman dan peneliti untuk membuat buku bootleg yang penting dalam praktik masing-masing. Berbagai essai yang tidak tersedia disebar luaskan dan diterjemahkan untuk mendukung praktisi seni dan akademis di Asia Timur dan Asia Tenggara.

Info: @light.logistics


Suara Bual

Duo dari Malaysia, Nas dan Fai melihat diri mereka sebagai introvert yang secara ironis membuat karya-karya yang berpusat pada percakapan. Hal ini juga yang merupakan inti sari dari Suara Bual, sebuah zine berbentuk penutup kaset yang terdiri dari 4 seri. Apabila keempatnya digabungkan, sebuah percakapan yang menceritakan dinamika keseharian 4 orang teman serumah akan terbentuk. Cerita itu tentu juga dapat didengarkan secara lengkap melalui kaset pita.

Info: @nasransairan & @fee_fai_pho_fum


Kumala Ingin Mati

Kematian merupakan isu kompleks yang diolah oleh tiap orang dalam hidupnya. Lazy Sunday Zine Club berkolaborasi dengan penulis Ghina Mutiahanum untuk menerbitkan sebuah zine cerpen yang menggambarkan rasa keingintahuan karakter Kumala, yang sinis akan kematian itu sendiri, tentang kematian yang selalu diinginkan oleh Ayahnya.

Info: @lszun.zine


Halftime Speech

Majalah bola yang sangat marak di era emas percetakan Indonesia sudah bukan lagi hal yang umum. Petrikor Books merespon kevakuman itu dengan menerbitkan sebuah majalah berbentuk buku yang tidak hany berfokus pada olahraga sepak bola, namun juga berbagai aspek di sekitarnya. Edisi debut “Deflection” mengeksplorasi bagaimana sepak bola bersinggungan dengan budaya, teknologi, seni, dan gerakan sosial, mengungkapkan sisi baru dari olahraga yang paling populer di dunia ini.

Info: @halftime.speech


Seri Mlampah

Mengangkat topik-topik tidak terduga dan mengemasnya dalam sajian yang menarik adalah ciri khas dari terbitan D.U.G Press. Kolektif dari Purwokerto ini bekerja sama dengan Mlampah Sareng untuk menerbitkan seri peta panduan kota-kota kecil. Selain tempat-tempat kuliner, mereka juga mengkurasi tempat bersejarah yang memiliki cerita unik di masing-masing kota.

Info: @d.u.g___press


Processink

Sebagai upaya pengarsipan yang diinisiasi oleh Writing Passion, sebuah kolektif seni grafiti di Yogyakarta, seri zine ini merekap rangkaian kegiatan yang mereka adakan sepanjang tahun. Berbagai dokumentasi acara, sketsa, dan arsip karya yang diliput bisa menjadi bahan referensi dan belajar seni grafiti.

Info: @writingpassion_ykc


Azhari

Tim redaksi URAKAN



URAKAN adalah majalah untuk seluruh pelaku ekosistem seni. Kami menyajikan refleksi, ulasan, dan berita dengan arahan filosofi editorial yang otentik.

Ikuti kami untuk mendapatkan informasi setiap kali kami menerbitkan artikel terbaru. Untuk ikut berkontribusi, klik di sini.

← Back

Thank you for your response. ✨

Warning
Warning
Warning
Warning.

 

Loading Comments...
 

    • Subscribe Subscribed
      • URAKAN
      • Already have a WordPress.com account? Log in now.
      • URAKAN
      • Subscribe Subscribed
      • Sign up
      • Log in
      • Copy shortlink
      • Report this content
      • View post in Reader
      • Manage subscriptions
      • Collapse this bar