Kategori: Ulasan

  • Melalui pameran solonya yang bertajuk Solstice, Vicky Saputra menunjukkan hasil praktik pirografi surya. Di tengah dunia yang beroperasi 24/7, dia memilih bekerja tiga jam sehari dan menyerahkan sisanya pada matahari.

    Titik Balik Kepedihan
  • Rage Against the Muchsin menghadirkan kesia-siaan sebagai strategi estetik. Melalui gimmick, meme, dan mesin-mesin yang tak berguna, Argya Dhyaksa menyingkap cara kerja ekonomi perhatian.

    You Promise Me Rage, Instead I Got ‘All That Is Sold Means Invoice Cair’
  • Kareem Soenharjo memadatkan 22 karya ke dalam ruang yang dipenuhi emosi: interior yang mencekam dan pekat, sorotan mata yang begitu tajam, dan tubuh-tubuh yang tak utuh. Pameran ini menghadirkan figur-figur yang terjebak antara badai batin dan tekanan pandangan sosial.

    Katalog Perasaan yang Tertangguhkan
  • Perpanduan teknik artistik tradisional dan teknologi digital menjadi cara untuk Kei Imazu menavigasi dan menggali sejarah secara non-linear. Perupa Jepang yang berbabsis di Bandung ini mengundang refleksi atas keterikatan manusia dengan sejarah, alam, dan waktu yang berlapis-lapis melalui pameran tunggalnya di Museum Macan.

    The Sea is Barely Wrinkled: Menyibak Riak-Riak Kolonialisme Bersama Kei Imazu
  • Titik Kumpul Forum & Collective mengeksplorasi bagaimana mitos dunia kerja bagi generasi muda terbentuk melalui pameran “In(dies) Economy.”

    Intersubjektivitas dalam Labirin Gen-Z


URAKAN adalah majalah untuk seluruh pelaku ekosistem seni. Kami menyajikan refleksi, ulasan, dan berita dengan arahan filosofi editorial yang otentik.

Ikuti kami untuk mendapatkan informasi setiap kali kami menerbitkan artikel terbaru. Untuk ikut berkontribusi, klik di sini.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨